MEMPERTAJAM
ILMU UNTUK ALLAH
Oleh
Sakalia Wirma Kelas XII IPA 3
Judul buku
: Kiat Mempertajam Mata Batin
Penyusun : Imam Ghazali
Penerbit : Bintang Usaha Jaya Surabaya
Cetakan
1 : tahun 2003
Tebal : 228 halaman
Ukuran : 14 X 20 cm
Penyelaras : Ust. Labib Mz
Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam
Mata Batin” ini adalah buah karya dari Imam Ghazali yang merupakan buku cetakan
pertama yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh penerbit Bintang Usaha Jaya
Surabaya dengan tebal buku 228 halaman dan ukuran buku 14 X 20 cm. Buku ini
merupakan terjemahan dari kitab “Mukasyafatul Qulub” yang diterjemahkan oleh
Ust. Labil Mz. Dimana pada kitab ini merupakan ringkasan yang tidak mengurangi
maksud dan tujuan dari kitab yang asli. Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam
Mata Batin” ini berbentuk pensegi panjang dengan warna kover coklat hijau tua
dan terdapat gambar seorang ustad yang sedang duduk bertasbih. Pada buku ini
kita dapat mengambil hikmah, yaitu dimana pada buku ini kita dapat diajarkan
untuk menjadi seorang yang memiliki pegangan hidup untuk menjadi seorang yang
beriman.
Di dalam Al-qur’an ada dalil tentang
keutamaan menuntut ilmu, bahwa sesungguhnya jika kita mengutamakan menuntut
ilmu, maka Allah akan membalasnya sesuai dengan kata Imam Al-Ghazali
mengatakan, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, lalu
menjadikan mereka dalam kebaikan sebagai
pemimpin dan pemberi petunjuk yang diikutinya, jarak mereka diikuti dan
perbuatan-perbuatan mereka di amalkan. Melatih nafsu dimisalkan saja kita
janganlah banyak makan, karena dengan banyaknya makan akibatnya banyak minum,
jika demikian, maka badan lemah dan
menyukai tidur. Mengutamakan akhlak itu sangat penting karena pertama kali
diletakan dalam budi pekerti yang baik dan kemurahan hati, seperti halnya
akhlak dari seorang Rasulullah. Berbakti pada orang tua hal utama yang harus
kita lakukan sebagai seorang anak. Di antara dosa-dosa besar ialah cacian
seseorang kepada kedua orang tuanya,
mencaci ayah orang lain maka ia mencaci ayahnya sendiri, dan sebaliknya mencaci
ibu orang lain, maka ia mencaci ibunya sendiri.
Kebijakan
yang cepat memperoleh pahala adalah berbuat baik dan silaturahmi. Dan kejahatan
yang paling cepat mendapatkan siksa adalah menganiaya dan memutuskan
silaturahim. Santunilah orang yang telah berbuat bodoh terhadap kalian, maafkan
orang yang menganiaya kalian, memberi orang yang menghalangi kalian dan
menyambung orang yang telah memutuskan hubungan silaturahmi. Jihad fi
sabilillah, sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang
percaya atau mengimani terhadap adanya Allah dan Rosulullah mereka tidak akan
ragu dan mereka terus berjuang atau berjihad dengan harta dan jiwanya pada
jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar seperti halnya
kecintaan para sahabat terhadap jihad. Apakah kita mampu seperti para
sahabat-sahabat Rasulullah akan kecintaannya terhadap jihad ?
Bertaubat dari dosa dan kesalahan
dengan kembali kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang ditempuh
oleh orang-orang yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta
awal dari kemajuan orang-orang yang belajar. Orang yang takut kepada Allah
ialah orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Kita sebagai manusia
di ajarkan untuk iklas artinya dalam
mengerjakan amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk
mengharapkan keridhoan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya.
Selain itu juga kita harus sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini. Kemudian
juga harus mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Namun tak lupa
juah kita bertawakal yaitu menyerah tampa pamrih, pasrah dan berpegang teguh
pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemudharotan
yang menyangkut urusan dunia ataupun akhirat. Kita juga harus berzuhud yaitu
meninggalkan atau menghindar dan menjahui kenikmatan dunia, karena kenikmatan
dunia bukan tujuan utama, dengan kenikmatan dunia itu tidak menjadikan dirinya
terlena, melainkan hanya dijadikan alat untuk mencapai tujuan hidup yang
sebenarnya yaitu kehidupan akhiran yang abadi.
Dalam buku ini memang terdapat
kekurangan dalam segi tutur bahasa yang kurang dimengerti dan dipahami namun
isi dari buku ini menyangkut dalam sebuah kitab Mukasyafatul Qulub yang penuh
dengan pembelajaran dalam memperdekatkan diri terhadap Allah dan kecintaan-Nya.
Buku ini banyak memberikan pembelajaran dalam ilmu agama. Apalagi dalam
membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebuh baik dan nantinya kan menempuh
kenikmatan di surga.
Dalam buku ini berisikan bahwa
keutamaan menuntut ilmu itu sangat penting. Di dalam sebuah hadis pun
menyebutkan hal yang sama, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, yang berarti
sejauh apa pun kita mencari ilmu pastilah kan mendapatkan sebuah keberkahan
nantinya. Dalam hidup ini kita juga harus dapat mengendalikan nafsu kita. Para
ulama telah bersepakat bahwa nafsu itu pemotong dan pemutus tali hubungan
antara hati manusia dengan Allah SWT dan hubungan tersebut tidak akan
tersambung lagi kecuali setelah nafsu ditundukan dan diendapkan serta di
kekang. Alkisah menceritakan bahwa dahulu sekelompok Bani Israil berpuasa
berkhawal (menyendiri). Setiap datang waktu untuk berbuka, salah seorang dari
mereka berdiri dan mengatakan, “jangan kalian banyak makan, karena dengan
banyak makan akibatnya banyak minum., jika demikian maka badan lemah dan menyukai tidur. Dalam hidup kita harus berbakti pada orang
tua karena merekalah kita dapat hidup dan merasakan indahnya dunia ini.barang
siapa yang berbakti pada orang tuanya, dia akan memperoleh keberuntungan yang
besar dan Allah akan menambah umurnya.
Tidak
hanya itu kita juga harus mengutamakan silaturahmi. Allah menemukan orang yang
memutuskan hubungan silaturahim ketika ia berdiri dari kita, sebab kita
menginginkan doa kita kepada Allah terkabul, padahal pintu langit terkunci
gara-gara orang yang memutuskan silaturahim. Jihad Fi Sabilillah, sesungguhnya
orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang percaya (iman) kepada Allah dan
Rasulnya mereka tidak akan ragu dan mereka terus berjuang (jihad) dengan harta
dan jiwanya pada jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar. Allah
memerintahkan kita untuk bertaubat agar kita menyadari bahwa betapa
mengerikannya neraka itu. Bertaubat dari dosa dan kesalahan dengan kembali
kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang di tempuh oleh orang-orang
yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta awal dari kemajuan
orang-orang yang belajar.
Taubat
adalah awal langkah, langkah tengah, dan langkah terakhir. Artinya seorang
hamba Allah yang menempuh jalan akan senantiasa bertaubat, tidak pernah tinggal
sampai dia meninggal dunia. Dan jika ia pindah ke tempat yang lain, maka taubat
itu pun ikut bersamanya. Allah SWt memberikanbeberapa keutamaan kepada
hamba-hamba-Nya yang takut kepada-Nya, yaitu diberikannya petunjuk, mendapatkan
rahmat dari-Nya dikaruniai ilmu, mendapatkan keridhoan dari-Nya, dan akan
dimasukkan ke dalam surga-Nya. Iklas dalam beramal, iklas artinya mengerjakan
amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoan Allah
atau megesakan dan mengkhususkan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat
kepada-Nya.
Iklas
itu merupakan roh dari segala amal dan ibadah. Sabar dalam menghadapi cobaan,
sabar itu adalah tahan terhadap penderitaan atau sesuatu yang tidak disenangi
dengan iklas dan ridho serta menyerahkan diri kepada Allah SWT dan tidaklah
dinamakan sabar orang yang menahan diri secara paksa, tetapi sabar yang
sebenarnya ialah sabar dalam arti menyerah kepada Allah dengan lapang dada. Allah
SWT senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat
yang tidak dapat kita hitung jumlahnya, oleh sebab itulah kita wajib mensyukuri
nikmat dari Allah. Selain itu kita juga dianjurkian untuk bertawakal, dimana
bahwa bertawakal itu ialah menyerah tampa pamrih sepenuhnya, pasrah dan
berpegang teguh pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak
kemudharotan yang menyangkut dunia ataupun akhirat.
Buku
ini memiliki keunggulan tersendiri tentang agama dengan buku-buku yang lainnya
yaitu dari segi pengetahuan dan informasi tentang kedekatan diri dengan Allah.
Dimana dalam buku ini kita diajarkan tentang keutamaan menuntut ilmu, melatih
nafsu, keutamaan akhlak, keutamaan silaturahmi, jihad fi sabilillah, perintah
bertaubat, takut kepada Allah, iklas dalam beramal, sabar dalam menghadapi
cobaan, perintah bersyukur, dan anjuran bertawakal. Namun dibalik itu semua bahasa
yang digunakan terlalu baku dan sulit dipahami, penyusunan kata-kata dari buku
terjemahan terkadang masih belum sempurna, ada baiknya dibuat simpel namun
dimengerti tampa mengubah maksud dari buku terjemahan sesungguhnya. Meski buku
memiliki kekurangan namun buku ini layak untuk dibaca dan diedarkan dikalangan
mayarakat.
MEMPERTAJAM
ILMU UNTUK ALLAH
Oleh
Sakalia Wirma Kelas XII IPA 3
Judul buku
: Kiat Mempertajam Mata Batin
Penyusun : Imam Ghazali
Penerbit : Bintang Usaha Jaya Surabaya
Cetakan
1 : tahun 2003
Tebal : 228 halaman
Ukuran : 14 X 20 cm
Penyelaras : Ust. Labib Mz
Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam
Mata Batin” ini adalah buah karya dari Imam Ghazali yang merupakan buku cetakan
pertama yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh penerbit Bintang Usaha Jaya
Surabaya dengan tebal buku 228 halaman dan ukuran buku 14 X 20 cm. Buku ini
merupakan terjemahan dari kitab “Mukasyafatul Qulub” yang diterjemahkan oleh
Ust. Labil Mz. Dimana pada kitab ini merupakan ringkasan yang tidak mengurangi
maksud dan tujuan dari kitab yang asli. Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam
Mata Batin” ini berbentuk pensegi panjang dengan warna kover coklat hijau tua
dan terdapat gambar seorang ustad yang sedang duduk bertasbih. Pada buku ini
kita dapat mengambil hikmah, yaitu dimana pada buku ini kita dapat diajarkan
untuk menjadi seorang yang memiliki pegangan hidup untuk menjadi seorang yang
beriman.
Di dalam Al-qur’an ada dalil tentang
keutamaan menuntut ilmu, bahwa sesungguhnya jika kita mengutamakan menuntut
ilmu, maka Allah akan membalasnya sesuai dengan kata Imam Al-Ghazali
mengatakan, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, lalu
menjadikan mereka dalam kebaikan sebagai
pemimpin dan pemberi petunjuk yang diikutinya, jarak mereka diikuti dan
perbuatan-perbuatan mereka di amalkan. Melatih nafsu dimisalkan saja kita
janganlah banyak makan, karena dengan banyaknya makan akibatnya banyak minum,
jika demikian, maka badan lemah dan
menyukai tidur. Mengutamakan akhlak itu sangat penting karena pertama kali
diletakan dalam budi pekerti yang baik dan kemurahan hati, seperti halnya
akhlak dari seorang Rasulullah. Berbakti pada orang tua hal utama yang harus
kita lakukan sebagai seorang anak. Di antara dosa-dosa besar ialah cacian
seseorang kepada kedua orang tuanya,
mencaci ayah orang lain maka ia mencaci ayahnya sendiri, dan sebaliknya mencaci
ibu orang lain, maka ia mencaci ibunya sendiri.
Kebijakan
yang cepat memperoleh pahala adalah berbuat baik dan silaturahmi. Dan kejahatan
yang paling cepat mendapatkan siksa adalah menganiaya dan memutuskan
silaturahim. Santunilah orang yang telah berbuat bodoh terhadap kalian, maafkan
orang yang menganiaya kalian, memberi orang yang menghalangi kalian dan
menyambung orang yang telah memutuskan hubungan silaturahmi. Jihad fi
sabilillah, sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang
percaya atau mengimani terhadap adanya Allah dan Rosulullah mereka tidak akan
ragu dan mereka terus berjuang atau berjihad dengan harta dan jiwanya pada
jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar seperti halnya
kecintaan para sahabat terhadap jihad. Apakah kita mampu seperti para
sahabat-sahabat Rasulullah akan kecintaannya terhadap jihad ?
Bertaubat dari dosa dan kesalahan
dengan kembali kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang ditempuh
oleh orang-orang yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta
awal dari kemajuan orang-orang yang belajar. Orang yang takut kepada Allah
ialah orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Kita sebagai manusia
di ajarkan untuk iklas artinya dalam
mengerjakan amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk
mengharapkan keridhoan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya.
Selain itu juga kita harus sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini. Kemudian
juga harus mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Namun tak lupa
juah kita bertawakal yaitu menyerah tampa pamrih, pasrah dan berpegang teguh
pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemudharotan
yang menyangkut urusan dunia ataupun akhirat. Kita juga harus berzuhud yaitu
meninggalkan atau menghindar dan menjahui kenikmatan dunia, karena kenikmatan
dunia bukan tujuan utama, dengan kenikmatan dunia itu tidak menjadikan dirinya
terlena, melainkan hanya dijadikan alat untuk mencapai tujuan hidup yang
sebenarnya yaitu kehidupan akhiran yang abadi.
Dalam buku ini memang terdapat
kekurangan dalam segi tutur bahasa yang kurang dimengerti dan dipahami namun
isi dari buku ini menyangkut dalam sebuah kitab Mukasyafatul Qulub yang penuh
dengan pembelajaran dalam memperdekatkan diri terhadap Allah dan kecintaan-Nya.
Buku ini banyak memberikan pembelajaran dalam ilmu agama. Apalagi dalam
membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebuh baik dan nantinya kan menempuh
kenikmatan di surga.
Dalam buku ini berisikan bahwa
keutamaan menuntut ilmu itu sangat penting. Di dalam sebuah hadis pun
menyebutkan hal yang sama, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, yang berarti
sejauh apa pun kita mencari ilmu pastilah kan mendapatkan sebuah keberkahan
nantinya. Dalam hidup ini kita juga harus dapat mengendalikan nafsu kita. Para
ulama telah bersepakat bahwa nafsu itu pemotong dan pemutus tali hubungan
antara hati manusia dengan Allah SWT dan hubungan tersebut tidak akan
tersambung lagi kecuali setelah nafsu ditundukan dan diendapkan serta di
kekang. Alkisah menceritakan bahwa dahulu sekelompok Bani Israil berpuasa
berkhawal (menyendiri). Setiap datang waktu untuk berbuka, salah seorang dari
mereka berdiri dan mengatakan, “jangan kalian banyak makan, karena dengan
banyak makan akibatnya banyak minum., jika demikian maka badan lemah dan menyukai tidur. Dalam hidup kita harus berbakti pada orang
tua karena merekalah kita dapat hidup dan merasakan indahnya dunia ini.barang
siapa yang berbakti pada orang tuanya, dia akan memperoleh keberuntungan yang
besar dan Allah akan menambah umurnya.
Tidak
hanya itu kita juga harus mengutamakan silaturahmi. Allah menemukan orang yang
memutuskan hubungan silaturahim ketika ia berdiri dari kita, sebab kita
menginginkan doa kita kepada Allah terkabul, padahal pintu langit terkunci
gara-gara orang yang memutuskan silaturahim. Jihad Fi Sabilillah, sesungguhnya
orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang percaya (iman) kepada Allah dan
Rasulnya mereka tidak akan ragu dan mereka terus berjuang (jihad) dengan harta
dan jiwanya pada jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar. Allah
memerintahkan kita untuk bertaubat agar kita menyadari bahwa betapa
mengerikannya neraka itu. Bertaubat dari dosa dan kesalahan dengan kembali
kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang di tempuh oleh orang-orang
yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta awal dari kemajuan
orang-orang yang belajar.
Taubat
adalah awal langkah, langkah tengah, dan langkah terakhir. Artinya seorang
hamba Allah yang menempuh jalan akan senantiasa bertaubat, tidak pernah tinggal
sampai dia meninggal dunia. Dan jika ia pindah ke tempat yang lain, maka taubat
itu pun ikut bersamanya. Allah SWt memberikanbeberapa keutamaan kepada
hamba-hamba-Nya yang takut kepada-Nya, yaitu diberikannya petunjuk, mendapatkan
rahmat dari-Nya dikaruniai ilmu, mendapatkan keridhoan dari-Nya, dan akan
dimasukkan ke dalam surga-Nya. Iklas dalam beramal, iklas artinya mengerjakan
amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoan Allah
atau megesakan dan mengkhususkan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat
kepada-Nya.
Iklas
itu merupakan roh dari segala amal dan ibadah. Sabar dalam menghadapi cobaan,
sabar itu adalah tahan terhadap penderitaan atau sesuatu yang tidak disenangi
dengan iklas dan ridho serta menyerahkan diri kepada Allah SWT dan tidaklah
dinamakan sabar orang yang menahan diri secara paksa, tetapi sabar yang
sebenarnya ialah sabar dalam arti menyerah kepada Allah dengan lapang dada. Allah
SWT senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat
yang tidak dapat kita hitung jumlahnya, oleh sebab itulah kita wajib mensyukuri
nikmat dari Allah. Selain itu kita juga dianjurkian untuk bertawakal, dimana
bahwa bertawakal itu ialah menyerah tampa pamrih sepenuhnya, pasrah dan
berpegang teguh pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak
kemudharotan yang menyangkut dunia ataupun akhirat.
Buku
ini memiliki keunggulan tersendiri tentang agama dengan buku-buku yang lainnya
yaitu dari segi pengetahuan dan informasi tentang kedekatan diri dengan Allah.
Dimana dalam buku ini kita diajarkan tentang keutamaan menuntut ilmu, melatih
nafsu, keutamaan akhlak, keutamaan silaturahmi, jihad fi sabilillah, perintah
bertaubat, takut kepada Allah, iklas dalam beramal, sabar dalam menghadapi
cobaan, perintah bersyukur, dan anjuran bertawakal. Namun dibalik itu semua bahasa
yang digunakan terlalu baku dan sulit dipahami, penyusunan kata-kata dari buku
terjemahan terkadang masih belum sempurna, ada baiknya dibuat simpel namun
dimengerti tampa mengubah maksud dari buku terjemahan sesungguhnya. Meski buku
memiliki kekurangan namun buku ini layak untuk dibaca dan diedarkan dikalangan
mayarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar