Sabtu, 09 Maret 2013

Resensi Buku Fiksi

MEMPERTAJAM ILMU UNTUK ALLAH
Oleh Sakalia Wirma Kelas XII IPA 3

 Judul buku   : Kiat Mempertajam Mata Batin
Penyusun     : Imam Ghazali  
Penerbit       : Bintang Usaha Jaya Surabaya
Cetakan 1    : tahun 2003
Tebal           : 228 halaman
Ukuran        : 14 X 20 cm
Penyelaras   : Ust. Labib Mz

            Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam Mata Batin” ini adalah buah karya dari Imam Ghazali yang merupakan buku cetakan pertama yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh penerbit Bintang Usaha Jaya Surabaya dengan tebal buku 228 halaman dan ukuran buku 14 X 20 cm. Buku ini merupakan terjemahan dari kitab “Mukasyafatul Qulub” yang diterjemahkan oleh Ust. Labil Mz. Dimana pada kitab ini merupakan ringkasan yang tidak mengurangi maksud dan tujuan dari kitab yang asli. Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam Mata Batin” ini berbentuk pensegi panjang dengan warna kover coklat hijau tua dan terdapat gambar seorang ustad yang sedang duduk bertasbih. Pada buku ini kita dapat mengambil hikmah, yaitu dimana pada buku ini kita dapat diajarkan untuk menjadi seorang yang memiliki pegangan hidup untuk menjadi seorang yang beriman.
            Di dalam Al-qur’an ada dalil tentang keutamaan menuntut ilmu, bahwa sesungguhnya jika kita mengutamakan menuntut ilmu, maka Allah akan membalasnya sesuai dengan kata Imam Al-Ghazali mengatakan, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, lalu menjadikan mereka dalam  kebaikan sebagai pemimpin dan pemberi petunjuk yang diikutinya, jarak mereka diikuti dan perbuatan-perbuatan mereka di amalkan. Melatih nafsu dimisalkan saja kita janganlah banyak makan, karena dengan banyaknya makan akibatnya banyak minum, jika demikian, maka badan lemah dan  menyukai tidur. Mengutamakan akhlak itu sangat penting karena pertama kali diletakan dalam budi pekerti yang baik dan kemurahan hati, seperti halnya akhlak dari seorang Rasulullah. Berbakti pada orang tua hal utama yang harus kita lakukan sebagai seorang anak. Di antara dosa-dosa besar ialah cacian seseorang  kepada kedua orang tuanya, mencaci ayah orang lain maka ia mencaci ayahnya sendiri, dan sebaliknya mencaci ibu orang lain, maka ia mencaci ibunya sendiri.
Kebijakan yang cepat memperoleh pahala adalah berbuat baik dan silaturahmi. Dan kejahatan yang paling cepat mendapatkan siksa adalah menganiaya dan memutuskan silaturahim. Santunilah orang yang telah berbuat bodoh terhadap kalian, maafkan orang yang menganiaya kalian, memberi orang yang menghalangi kalian dan menyambung orang yang telah memutuskan hubungan silaturahmi. Jihad fi sabilillah, sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang percaya atau mengimani terhadap adanya Allah dan Rosulullah mereka tidak akan ragu dan mereka terus berjuang atau berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar seperti halnya kecintaan para sahabat terhadap jihad. Apakah kita mampu seperti para sahabat-sahabat Rasulullah akan kecintaannya terhadap jihad ?
            Bertaubat dari dosa dan kesalahan dengan kembali kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta awal dari kemajuan orang-orang yang belajar. Orang yang takut kepada Allah ialah orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Kita sebagai manusia di ajarkan untuk iklas artinya dalam  mengerjakan amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya. Selain itu juga kita harus sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini. Kemudian juga harus mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Namun tak lupa juah kita bertawakal yaitu menyerah tampa pamrih, pasrah dan berpegang teguh pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemudharotan yang menyangkut urusan dunia ataupun akhirat. Kita juga harus berzuhud yaitu meninggalkan atau menghindar dan menjahui kenikmatan dunia, karena kenikmatan dunia bukan tujuan utama, dengan kenikmatan dunia itu tidak menjadikan dirinya terlena, melainkan hanya dijadikan alat untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya yaitu kehidupan akhiran yang abadi.
            Dalam buku ini memang terdapat kekurangan dalam segi tutur bahasa yang kurang dimengerti dan dipahami namun isi dari buku ini menyangkut dalam sebuah kitab Mukasyafatul Qulub yang penuh dengan pembelajaran dalam memperdekatkan diri terhadap Allah dan kecintaan-Nya. Buku ini banyak memberikan pembelajaran dalam ilmu agama. Apalagi dalam membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebuh baik dan nantinya kan menempuh kenikmatan di surga.
            Dalam buku ini berisikan bahwa keutamaan menuntut ilmu itu sangat penting. Di dalam sebuah hadis pun menyebutkan hal yang sama, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, yang berarti sejauh apa pun kita mencari ilmu pastilah kan mendapatkan sebuah keberkahan nantinya. Dalam hidup ini kita juga harus dapat mengendalikan nafsu kita. Para ulama telah bersepakat bahwa nafsu itu pemotong dan pemutus tali hubungan antara hati manusia dengan Allah SWT dan hubungan tersebut tidak akan tersambung lagi kecuali setelah nafsu ditundukan dan diendapkan serta di kekang. Alkisah menceritakan bahwa dahulu sekelompok Bani Israil berpuasa berkhawal (menyendiri). Setiap datang waktu untuk berbuka, salah seorang dari mereka berdiri dan mengatakan, “jangan kalian banyak makan, karena dengan banyak makan akibatnya banyak minum., jika demikian maka badan lemah dan  menyukai tidur.  Dalam hidup kita harus berbakti pada orang tua karena merekalah kita dapat hidup dan merasakan indahnya dunia ini.barang siapa yang berbakti pada orang tuanya, dia akan memperoleh keberuntungan yang besar dan Allah akan menambah umurnya.
Tidak hanya itu kita juga harus mengutamakan silaturahmi. Allah menemukan orang yang memutuskan hubungan silaturahim ketika ia berdiri dari kita, sebab kita menginginkan doa kita kepada Allah terkabul, padahal pintu langit terkunci gara-gara orang yang memutuskan silaturahim. Jihad Fi Sabilillah, sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang percaya (iman) kepada Allah dan Rasulnya mereka tidak akan ragu dan mereka terus berjuang (jihad) dengan harta dan jiwanya pada jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar. Allah memerintahkan kita untuk bertaubat agar kita menyadari bahwa betapa mengerikannya neraka itu. Bertaubat dari dosa dan kesalahan dengan kembali kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang di tempuh oleh orang-orang yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta awal dari kemajuan orang-orang yang belajar.
Taubat adalah awal langkah, langkah tengah, dan langkah terakhir. Artinya seorang hamba Allah yang menempuh jalan akan senantiasa bertaubat, tidak pernah tinggal sampai dia meninggal dunia. Dan jika ia pindah ke tempat yang lain, maka taubat itu pun ikut bersamanya. Allah SWt memberikanbeberapa keutamaan kepada hamba-hamba-Nya yang takut kepada-Nya, yaitu diberikannya petunjuk, mendapatkan rahmat dari-Nya dikaruniai ilmu, mendapatkan keridhoan dari-Nya, dan akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Iklas dalam beramal, iklas artinya mengerjakan amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoan Allah atau megesakan dan mengkhususkan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya.
Iklas itu merupakan roh dari segala amal dan ibadah. Sabar dalam menghadapi cobaan, sabar itu adalah tahan terhadap penderitaan atau sesuatu yang tidak disenangi dengan iklas dan ridho serta menyerahkan diri kepada Allah SWT dan tidaklah dinamakan sabar orang yang menahan diri secara paksa, tetapi sabar yang sebenarnya ialah sabar dalam arti menyerah kepada Allah dengan lapang dada. Allah SWT senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat kita hitung jumlahnya, oleh sebab itulah kita wajib mensyukuri nikmat dari Allah. Selain itu kita juga dianjurkian untuk bertawakal, dimana bahwa bertawakal itu ialah menyerah tampa pamrih sepenuhnya, pasrah dan berpegang teguh pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemudharotan yang menyangkut dunia ataupun akhirat.
Buku ini memiliki keunggulan tersendiri tentang agama dengan buku-buku yang lainnya yaitu dari segi pengetahuan dan informasi tentang kedekatan diri dengan Allah. Dimana dalam buku ini kita diajarkan tentang keutamaan menuntut ilmu, melatih nafsu, keutamaan akhlak, keutamaan silaturahmi, jihad fi sabilillah, perintah bertaubat, takut kepada Allah, iklas dalam beramal, sabar dalam menghadapi cobaan, perintah bersyukur, dan anjuran bertawakal. Namun dibalik itu semua bahasa yang digunakan terlalu baku dan sulit dipahami, penyusunan kata-kata dari buku terjemahan terkadang masih belum sempurna, ada baiknya dibuat simpel namun dimengerti tampa mengubah maksud dari buku terjemahan sesungguhnya. Meski buku memiliki kekurangan namun buku ini layak untuk dibaca dan diedarkan dikalangan mayarakat.



MEMPERTAJAM ILMU UNTUK ALLAH
Oleh Sakalia Wirma Kelas XII IPA 3

 Judul buku   : Kiat Mempertajam Mata Batin
Penyusun     : Imam Ghazali  
Penerbit       : Bintang Usaha Jaya Surabaya
Cetakan 1    : tahun 2003
Tebal           : 228 halaman
Ukuran        : 14 X 20 cm
Penyelaras   : Ust. Labib Mz

            Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam Mata Batin” ini adalah buah karya dari Imam Ghazali yang merupakan buku cetakan pertama yang diterbitkan pada tahun 2003 oleh penerbit Bintang Usaha Jaya Surabaya dengan tebal buku 228 halaman dan ukuran buku 14 X 20 cm. Buku ini merupakan terjemahan dari kitab “Mukasyafatul Qulub” yang diterjemahkan oleh Ust. Labil Mz. Dimana pada kitab ini merupakan ringkasan yang tidak mengurangi maksud dan tujuan dari kitab yang asli. Buku yang berjudul “Kiat Mempertajam Mata Batin” ini berbentuk pensegi panjang dengan warna kover coklat hijau tua dan terdapat gambar seorang ustad yang sedang duduk bertasbih. Pada buku ini kita dapat mengambil hikmah, yaitu dimana pada buku ini kita dapat diajarkan untuk menjadi seorang yang memiliki pegangan hidup untuk menjadi seorang yang beriman.
            Di dalam Al-qur’an ada dalil tentang keutamaan menuntut ilmu, bahwa sesungguhnya jika kita mengutamakan menuntut ilmu, maka Allah akan membalasnya sesuai dengan kata Imam Al-Ghazali mengatakan, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, lalu menjadikan mereka dalam  kebaikan sebagai pemimpin dan pemberi petunjuk yang diikutinya, jarak mereka diikuti dan perbuatan-perbuatan mereka di amalkan. Melatih nafsu dimisalkan saja kita janganlah banyak makan, karena dengan banyaknya makan akibatnya banyak minum, jika demikian, maka badan lemah dan  menyukai tidur. Mengutamakan akhlak itu sangat penting karena pertama kali diletakan dalam budi pekerti yang baik dan kemurahan hati, seperti halnya akhlak dari seorang Rasulullah. Berbakti pada orang tua hal utama yang harus kita lakukan sebagai seorang anak. Di antara dosa-dosa besar ialah cacian seseorang  kepada kedua orang tuanya, mencaci ayah orang lain maka ia mencaci ayahnya sendiri, dan sebaliknya mencaci ibu orang lain, maka ia mencaci ibunya sendiri.
Kebijakan yang cepat memperoleh pahala adalah berbuat baik dan silaturahmi. Dan kejahatan yang paling cepat mendapatkan siksa adalah menganiaya dan memutuskan silaturahim. Santunilah orang yang telah berbuat bodoh terhadap kalian, maafkan orang yang menganiaya kalian, memberi orang yang menghalangi kalian dan menyambung orang yang telah memutuskan hubungan silaturahmi. Jihad fi sabilillah, sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang percaya atau mengimani terhadap adanya Allah dan Rosulullah mereka tidak akan ragu dan mereka terus berjuang atau berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar seperti halnya kecintaan para sahabat terhadap jihad. Apakah kita mampu seperti para sahabat-sahabat Rasulullah akan kecintaannya terhadap jihad ?
            Bertaubat dari dosa dan kesalahan dengan kembali kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta awal dari kemajuan orang-orang yang belajar. Orang yang takut kepada Allah ialah orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. Kita sebagai manusia di ajarkan untuk iklas artinya dalam  mengerjakan amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya. Selain itu juga kita harus sabar dalam menghadapi cobaan hidup ini. Kemudian juga harus mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Namun tak lupa juah kita bertawakal yaitu menyerah tampa pamrih, pasrah dan berpegang teguh pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemudharotan yang menyangkut urusan dunia ataupun akhirat. Kita juga harus berzuhud yaitu meninggalkan atau menghindar dan menjahui kenikmatan dunia, karena kenikmatan dunia bukan tujuan utama, dengan kenikmatan dunia itu tidak menjadikan dirinya terlena, melainkan hanya dijadikan alat untuk mencapai tujuan hidup yang sebenarnya yaitu kehidupan akhiran yang abadi.
            Dalam buku ini memang terdapat kekurangan dalam segi tutur bahasa yang kurang dimengerti dan dipahami namun isi dari buku ini menyangkut dalam sebuah kitab Mukasyafatul Qulub yang penuh dengan pembelajaran dalam memperdekatkan diri terhadap Allah dan kecintaan-Nya. Buku ini banyak memberikan pembelajaran dalam ilmu agama. Apalagi dalam membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebuh baik dan nantinya kan menempuh kenikmatan di surga.
            Dalam buku ini berisikan bahwa keutamaan menuntut ilmu itu sangat penting. Di dalam sebuah hadis pun menyebutkan hal yang sama, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, yang berarti sejauh apa pun kita mencari ilmu pastilah kan mendapatkan sebuah keberkahan nantinya. Dalam hidup ini kita juga harus dapat mengendalikan nafsu kita. Para ulama telah bersepakat bahwa nafsu itu pemotong dan pemutus tali hubungan antara hati manusia dengan Allah SWT dan hubungan tersebut tidak akan tersambung lagi kecuali setelah nafsu ditundukan dan diendapkan serta di kekang. Alkisah menceritakan bahwa dahulu sekelompok Bani Israil berpuasa berkhawal (menyendiri). Setiap datang waktu untuk berbuka, salah seorang dari mereka berdiri dan mengatakan, “jangan kalian banyak makan, karena dengan banyak makan akibatnya banyak minum., jika demikian maka badan lemah dan  menyukai tidur.  Dalam hidup kita harus berbakti pada orang tua karena merekalah kita dapat hidup dan merasakan indahnya dunia ini.barang siapa yang berbakti pada orang tuanya, dia akan memperoleh keberuntungan yang besar dan Allah akan menambah umurnya.
Tidak hanya itu kita juga harus mengutamakan silaturahmi. Allah menemukan orang yang memutuskan hubungan silaturahim ketika ia berdiri dari kita, sebab kita menginginkan doa kita kepada Allah terkabul, padahal pintu langit terkunci gara-gara orang yang memutuskan silaturahim. Jihad Fi Sabilillah, sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang percaya (iman) kepada Allah dan Rasulnya mereka tidak akan ragu dan mereka terus berjuang (jihad) dengan harta dan jiwanya pada jalan agama Allah, mereka inilah orang-orang yang benar. Allah memerintahkan kita untuk bertaubat agar kita menyadari bahwa betapa mengerikannya neraka itu. Bertaubat dari dosa dan kesalahan dengan kembali kepada Allah Yang Maha Mengetahui, adalah jalan yang di tempuh oleh orang-orang yang shaleh dan merupakan keberuntungan dan kejayaan serta awal dari kemajuan orang-orang yang belajar.
Taubat adalah awal langkah, langkah tengah, dan langkah terakhir. Artinya seorang hamba Allah yang menempuh jalan akan senantiasa bertaubat, tidak pernah tinggal sampai dia meninggal dunia. Dan jika ia pindah ke tempat yang lain, maka taubat itu pun ikut bersamanya. Allah SWt memberikanbeberapa keutamaan kepada hamba-hamba-Nya yang takut kepada-Nya, yaitu diberikannya petunjuk, mendapatkan rahmat dari-Nya dikaruniai ilmu, mendapatkan keridhoan dari-Nya, dan akan dimasukkan ke dalam surga-Nya. Iklas dalam beramal, iklas artinya mengerjakan amal perbuatan atau ibadah semata-mata hanya untuk mengharapkan keridhoan Allah atau megesakan dan mengkhususkan Allah SWT, sebagai tujuan dalam berbuat taat kepada-Nya.
Iklas itu merupakan roh dari segala amal dan ibadah. Sabar dalam menghadapi cobaan, sabar itu adalah tahan terhadap penderitaan atau sesuatu yang tidak disenangi dengan iklas dan ridho serta menyerahkan diri kepada Allah SWT dan tidaklah dinamakan sabar orang yang menahan diri secara paksa, tetapi sabar yang sebenarnya ialah sabar dalam arti menyerah kepada Allah dengan lapang dada. Allah SWT senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat kita hitung jumlahnya, oleh sebab itulah kita wajib mensyukuri nikmat dari Allah. Selain itu kita juga dianjurkian untuk bertawakal, dimana bahwa bertawakal itu ialah menyerah tampa pamrih sepenuhnya, pasrah dan berpegang teguh pada Allah SWT dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemudharotan yang menyangkut dunia ataupun akhirat.
Buku ini memiliki keunggulan tersendiri tentang agama dengan buku-buku yang lainnya yaitu dari segi pengetahuan dan informasi tentang kedekatan diri dengan Allah. Dimana dalam buku ini kita diajarkan tentang keutamaan menuntut ilmu, melatih nafsu, keutamaan akhlak, keutamaan silaturahmi, jihad fi sabilillah, perintah bertaubat, takut kepada Allah, iklas dalam beramal, sabar dalam menghadapi cobaan, perintah bersyukur, dan anjuran bertawakal. Namun dibalik itu semua bahasa yang digunakan terlalu baku dan sulit dipahami, penyusunan kata-kata dari buku terjemahan terkadang masih belum sempurna, ada baiknya dibuat simpel namun dimengerti tampa mengubah maksud dari buku terjemahan sesungguhnya. Meski buku memiliki kekurangan namun buku ini layak untuk dibaca dan diedarkan dikalangan mayarakat.